Wow, Panas Sekali

Tampaknya ini bukan sore yang terlalu nyaman. Sore yang penuh keringat. Kamar terasa sangat panas, ditambah panas laptop yang charger-nya selalu tertancap (karena baterainya rusak). Huh, mungkin gue udah nambah bumi ini jadi panas. Jadi ingat kalau pas kuliah, kalau AC dimatiin pasti pada protes ("panas" alasannya). Tapi tiap kali gue lewat kipas AC yang ditaruh di luar, kerasa banget tiupan angin panas dari situ. Jadi kesimpulannya mudah saja, yang di dalam ruangan ngerasa nikmat, yang diluar pasti lebih tersiksa.

Kadang gue berpikir, "Mungkin kalau pemakaian AC dihentikan, keseimbangan suhu udara bisa tercapai." Mungkin bukan kesimpulan yang cerdas (bukan seperti kesimpulan-kesimpulan dari anak-anak cerdas itu), tapi cukup masuk akal.

Oh, Tuhan. Maafkan hamba yang telah ikut memanaskan bumi ini. -washink-

No Response to "Wow, Panas Sekali"

Post a Comment

powered by IIFH