Baik Untuk Baik, Buruk Untuk Buruk

Wow, panas sekali malam ini. Seperti biasa, dan lagi-lagi gue harus berperang melawan rusaknya alam daerah ibukota. Hampir tengah malam ya? Pasti banyak kawan-kawan yang mengeluh tentang "insomnia buatan mereka sendiri".

Malem ini gue tiba-tiba inget ucapan seseorang, "Wanita baik-baik hanya untuk pria baik-baik.". Guess what? Kalau begitu berarti yang buruk tetap jadi buruk dan yang baik-baik akan selalu menjadi "saint of their own life". Anehnya ucapan itu muncul dari seorang kawan yang notabene seorang calon psikolog. Hey, bukannya tugas Anda untuk memperbaiki penyimpangan sosial yang ada? Aneh kadang kalau dipikir-pikir lagi ucapan itu.

Entahlah, nyatanya kita juga masih makan nasi dan tempe bukan baut, mur, kunci inggris atau minum oli mesin dan air radiator. Nggak nyambung? Efek panasnya udara yang menyebabkan saraf mulai agak kewalahan.

Nice night, pal. Keep your blanket on. Don't shoot against the wall! :P

No Response to "Baik Untuk Baik, Buruk Untuk Buruk"

Post a Comment

powered by IIFH