Pengalaman adalah Guru yang Baik?

Dari zaman masih mengenakan celana ke-pendek-an warna merah sampai celana gombrong abu-abu, aku sering menemukan penggalan kalimat itu. Ya, biasanya tertulis di bagian footer buku tulis yang kupakai. Banyak juga pepatah-pepatah barat yang memiliki arti seperti itu.

Tapi selama itu pula aku bingung. Apa benar?
Pengalaman merupakan rekaman dari kejadian-kejadian di masa lampau yang menjadi rambu-rambu bagi kita untuk bertindak selanjutnya.

Namun, ada hal lucu yang kudapat saat mendengar ungkapan teman yang berpendapat bahwa dia harus mencoba merokok untuk membuktikan bahwa merokok benar-benar merugikan.

Wow, akhirnya aku menemukan jawaban kebingunganku atas kalimat ‘Pengalaman adalah guru yang baik.’. Bukankah pengalaman ada dua macam, pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain? Tidak cukup kah pengalaman buruk orang lain atau bukti-bukti yang ada membuat kita menghindari melakukan suatu hal?

Memang pepatah di atas jadi sedikit menyesatkan jika diaplikasikan mentah-mentah terutama pada kehidupan remaja kita. Jangan pernah mencoba hal yang sudah terbukti dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Bijaklah dalam menafsirkan sebuah pengalaman.

Salam. Wahyu Nugroho D.K.A

Kesempatan (tidak) Hanya Datang Sekali

Dulu aku seorang anak yang kadang terlalu picik menanggapi hidup, mudah putus asa dan sering menganggap Tuhan tidak adil (terutama sekali untuk hal yang menyangkut keberhasilan atau kegagalan). Benar, tujuan tidak tercapai berarti gagal.

Ke-kolot-anku mulai berkurang saat masa-masa mencari universitas dulu. Enam kali tes di universitas berbeda dan, gagal semua. Langsung saja kondisi fisik langsung memburuk diimbangi pikiran yang putus asa.

Saat terbaring di rumah sakit orangtuaku sempat berpesan, ” Kesempatan tidak hanya datang satu kali. Jangan terlalu memaksakan diri. ”. Duarrr... Perlahan kepicikanku runtuh. Semangat kembali, berkat Tuhan dan doa semua pihak akhirnya aku bisa menemukan tempat studi terpilih.

Suatu siang yang panas dengan kuliah Organisasi Bisnis dan Manajemen yang mulai sesak oleh rasa kantuk, tidak ada penjelasan yang menjadi terlalu menarik dari Bapak Kuswaya Asmara. Tiba-tiba sayup kudengar, ” Kesempatan tidak hanya datang satu kali. Bahkan, kita bisa membuat kesempatan itu ada”. Wow...sekejap keringat akibat ’detak jantung kesadaran’ mulai membasahi tangan. Hey, bukankah ini hebat?

Beberapa waktu lalu saat saya menikmati nuansa gospel rock album band Relient K ada sepenggal lirik yang menggugah saya untuk menulis uraian ini.

Don't give up, it's not the end
There's hope for every fallen man
To pick themselves up when they think they can
Because with every passing second comes a second chance


Salam. Wahyu Nugroho D.K.A

freakouple[dot]blogspot[dot]com, Berdua Belajar Dewasa

Hai, sekarang freakouple[dot]blogspot[dot]com dikerjakan berdua oleh kami berdua, Wahyu Nugroho D.K.A dan Ratih R Siwi.

Check these out. :)

powered by IIFH