Pengalaman adalah Guru yang Baik?

Dari zaman masih mengenakan celana ke-pendek-an warna merah sampai celana gombrong abu-abu, aku sering menemukan penggalan kalimat itu. Ya, biasanya tertulis di bagian footer buku tulis yang kupakai. Banyak juga pepatah-pepatah barat yang memiliki arti seperti itu.

Tapi selama itu pula aku bingung. Apa benar?
Pengalaman merupakan rekaman dari kejadian-kejadian di masa lampau yang menjadi rambu-rambu bagi kita untuk bertindak selanjutnya.

Namun, ada hal lucu yang kudapat saat mendengar ungkapan teman yang berpendapat bahwa dia harus mencoba merokok untuk membuktikan bahwa merokok benar-benar merugikan.

Wow, akhirnya aku menemukan jawaban kebingunganku atas kalimat ‘Pengalaman adalah guru yang baik.’. Bukankah pengalaman ada dua macam, pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain? Tidak cukup kah pengalaman buruk orang lain atau bukti-bukti yang ada membuat kita menghindari melakukan suatu hal?

Memang pepatah di atas jadi sedikit menyesatkan jika diaplikasikan mentah-mentah terutama pada kehidupan remaja kita. Jangan pernah mencoba hal yang sudah terbukti dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Bijaklah dalam menafsirkan sebuah pengalaman.

Salam. Wahyu Nugroho D.K.A

No Response to "Pengalaman adalah Guru yang Baik?"

Post a Comment

powered by IIFH